VOLUME MOLAR PARSIAL
PERCOBAAN IV
VOLUME MOLAR PARSIAL
I. Tujuan
- mahasiswa mampu menentukan volume molar nyata
- mahasiswa mampu menentukan volume molar pasti larutan dan zat terlarut
II. Landasan Teori
Volume molar parsial merupakan kontribusi volume setiap komponen terhadap volume total suatu larutan. Jika hal itu terjadi pada sistem larutan yang terdiri dari pelarut dan zat terlarut akan diperoleh volume total larutan yang tidak ditentukan dari jumlah volume pelarut dan volume zat terlarut volume total larutan sangat tergantung pada komposisi pelarut dan zat terlarut saat terjadi proses pelarutan maka zat terlarut akan tersolpasi dalam pelarut sehingga molekul zat terlarut akan dikelilingi oleh molekul-molekul pelarut banyaknya molekul pelarut yang mengelilingi zat terlarut tergantung pada jenis zat terlarut dan pelarut yang menyebabkan zat terlarut membutuhkan volume tertentu ( Rohyami, 2018).
Volume molar parsial memberikan informasi tentang suatu interaksi antara bermacam komponen campuran dan suatu struktur pelarut volume Mola parsial berbagai variasi terhadap konsentrasi sehingga volume molar parsial adalah satuan besaran dalam termodinamika untuk menjelaskan berbagai jenis interaksi. Interaksi tersebut sangat membantu dalam menentukan suatu struktur molekul dan sifat larutan (Sonika,2019).
Faktor lain yang menyebabkan ukuran dan kestabilan yang berbeda dari NPC yang dihasilkan adalah nilai volume molar parsial anion volume molar parsial anion yang tinggi menunjukkan besarnya gaya-gaya yang bekerja atau molekul urutan nilai volume molar parsial anion NO3>CL> SO4 2-. Anion dengan polaritas dan kelarutan yang tinggi dan akan memudahkan anion terabsobsi (Elisma,2023).
III. Prosedur Percobaan
3.1 Alat dan Bahan
A. Alat
- botol semprot
- gelas ukur 50 ml
- piknometer 25 ML
- pipet tetes
- termometer
- thermostat diatur pada suhu 30 derajat Celciu
B. Bahan
- Aquades
- NaCl 3 M
IV. Prosedur Percobaan
V. Hasil dan Pembahasan
Mengenai volume Mola parsial bertujuan untuk menentukan volume moral persial kelarutan natrium klorida sebagai fungsi konsentrasi dengan mengukur massa jenis larutan dengan menggunakan piknometer. prinsip kerja pada percobaan ini adalah menghitung volume molar parsial Larutan natrium klorida dengan menghitung massa jenisnya pada berbagai konsentrasi yaitu 0.5,1.1,5,2 dan 2,5 molar dengan menimbang larutan menggunakan piknometer volume molar parsial adalah salah satu sifat dari suatu volume molekul sial yang didefinisikan sebagai penambahan volume yang terjadi bila 1 mol komponen ditambahkan pada larutan volume pasial dari komponen-komponen yang berbeda dalam larutan adalah salah satu sifat dari molar.
Tiga macam konsentrasi yang umum digunakan untuk menggambarkan komposisi campuran cairan dan padatan terlarut dalam cairan yaitu konsentrasi molar yang digunakan ketika perlu mengetahui jumlah zat pelarut dalam sampel volume yang diketahui dari solusi fraksi molen dan molaritas yang digunakan ketika perlu mengetahui jumlah relatif dari zat terlarut dan molekul pelarut dalam sampel.
Pada percobaan ini menggunakan larutan campuran dari bahan aquades dan NaCl aquades memiliki kadar zat terlarut yang sangat rendah memiliki pH sekitar 7 dan merupakan pelarut yang tidak larut dalam NaCl sehingga volume molar pasial tidak terpengaruh oleh pelarut pada percobaan ini aquades berfungsi sebagai pelarut sedangkan NaCl merupakan zat yang mudah larut dalam air dan membentuk larutan ideal sehingga volume molar parsial setiap komponen dapat dihitung secara sederhana menggunakan persamaan ramalan volume molar ideal dalam larutannya NaCl mengalami disosiasi menjadi ion-ion tunggal na+ dan cl- secara sempurna sehingga mudah memperkirakan jumlah partikelnya variasi berbagai konsentrasi larutan NaCl dalam aquades memungkinkan pengamatan perubahan volume molar parsial. Adapun fungsi pengenceran pada percobaan ini untuk melihat penambahan volume larutan yang terjadi pada berbagai variasi konsentrasi larutan sehingga dapat diketahui pengaruh konsentrasi larutan terhadap volume molar pasti larutan.
Menentukan densitas larutan HCl dapat dilakukan dengan menggunakan piknometer dengan membandingkan berat NaCl dengan bervariasi konsentrasi dengan bobot berat aquades pada suhu 30 derajat Celcius menggunakan piknometer sebelum digunakan semua piknometer dikeringkan dan ditimbang dalam keadaan yang sebagai We kemudian diisi dengan aquades dan dimasukkan ke dalam thermostat pada suhu kurang lebih 15 menit setelah itu ditimbang dengan bagian luar piknometer yang kering agar berat akuades tidak mempengaruhi oleh aquades dengan bagian luar piknometer dicatat sebagai Wo. Setelah aquades selesai piknometer kosong dikeringkan kemudian diisi dengan larutan HCl dengan konsentrasi paling kecil ke konsentrasi paling besar Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan pada perlakuan volume molal parsial karena semakin pekat konsentrasi larutan NaCl maka semakin besar intensitas larutan tersebut setelah kurang lebih 15 menit pigmen metode dikeluarkan dari thermostat dan dikeringkan kemudian ditimbang secara sebagai W peninggalan larutan dilakukan agar tidak mempengaruhi hasil pada pengukuran selanjutnya
VI. Kesempulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan mengenai volume molar parsial maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan nilai volume molar nyata semakin besar maka nilai m akan semakin kecil sehingga dapat disimpulkan bahwa volume molar nyata berbanding terbalik dengan molalitas
2. Nilai volume molar pasien zat terlarut dan pelarut berbanding terbalik dengan molaritas
referensi:
Elisma, n., M. Riyadi dan A. darmawi. 2023. Pengaruh variasi frekuersor terhadap morfologi dan aktivitas antibakteri nanopartikel tembaga menggunakan reduktor ekstrak daun gambir. Jurnal Of research on chemistry and engineering. Vol. 4 (2) : 68 - 79.
Rohyami, Y. 2018. Kimia Fisika edisi 1. Yogyakarta: Deepublish.
Sonika, R., C. Tangkur dan R. Sharma. 2019. Effect of temperature on the partial molar volume of some bivalen Tianstion metal chlorides in water and binary equeous mixtures of metanol. Internasional Jurnal Of research. Vol. 7 (5) : 2222 - 2228.
Komentar
Posting Komentar