Postingan

VOLUME MOLAR PARSIAL

Gambar
 PERCOBAAN IV VOLUME MOLAR PARSIAL I. Tujuan  mahasiswa mampu menentukan volume molar nyata   mahasiswa mampu menentukan volume molar pasti larutan dan zat terlarut II. Landasan Teori      Volume molar parsial merupakan kontribusi volume setiap komponen terhadap volume total suatu larutan. Jika hal itu terjadi pada sistem larutan yang terdiri dari pelarut dan zat terlarut akan diperoleh volume total larutan yang tidak ditentukan dari jumlah volume pelarut dan volume zat terlarut volume total larutan sangat tergantung pada komposisi pelarut dan zat terlarut saat terjadi proses pelarutan maka zat terlarut akan tersolpasi dalam pelarut sehingga molekul zat terlarut akan dikelilingi oleh molekul-molekul pelarut banyaknya molekul pelarut yang mengelilingi zat terlarut tergantung pada jenis zat terlarut dan pelarut yang menyebabkan zat terlarut membutuhkan volume tertentu ( Rohyami, 2018).      Volume molar parsial memberikan informasi tentang...

DIAGRAM BINER

Gambar
 PERCOBAAN II DIAGRAM BINER I. Tujuan   Mencari suhu kelarutan kritis sistem biner fenol-air II. Landasan Teori     Relasi pada umumnya merupakan hubungan antara dua himpunan A,B berdasarkan aturan tertentu aturan tersebut dinamakan relasi biner relasi biner dinyatakan sebuah notasi  (A,B)  yang berarti himpunan A dihubungkan ke himpunan B oleh R himpunan A dapat disebut sebagai domain dari R dan himpunan B sebagai range dari R. pemetaan relasi yang penulis lakukan menggunakan dua metode yaitu diagram panah dan himpunan pasangan berurutan (Julaeha et al., 2020).     Diagram pase biner sistem Partikel kecil yang terdiri dari fase cair dengan fase padat murni telah dievaluasi dari informasi energi gips dalam jumlah besar dan tegangan permukaan fase cair. Dengan mengecilnya ukuran partikel, titik leleh komponen murni menurun dan daerah fase cair membesar titik perubahan hubungan fase dengan ukuran partikel ini bergantung pada ketergantungan...
Gambar
PERCOBAAN VI PENENTUAN ENERGI AKTIVASI REAKSI IONIK  I. Tujuan Menentukan tembaga pengaktifan reaksi ion persulfat dengan ion. II. Landasan Teori          Energi aktivasi merupakan parameter kinetik penting yang memungkinkan peningkatan reaksi secara kuantitatif untuk pembuatan mekanisme reaksi otomatis dan perencanaan sintesis organik mencapai prediksi energi aktivasi yang andal merupakan langkah penting menuju prediksi kinetik yang lengkap. dan untuk di gunakan untuk analisis reaksi organik, seperti reaxys dan pistachio. akan tetapi metode tersebut beroperasi pada data kuantitatif (Grambow et al.,2020).         Energi kinetik minimum yang diperlukan oleh partikel-partikel pereaksi agar dapat bereaksi membentuk kompleks teraktivasi dinamakan energi aktivasi (Ea). Energi aktivasi ini dikemukakan kali pertama oleh ahli kimia Swedia sepante Arrhenius. Hubungan antara energi aktivasi dan laju reaksi digambarkan pada grafik reaksi eksot...

Pemisahan Zn dari Ni dengan kromatografi penukar anion

Gambar
  PERCOBAAN I PEMISAHAN Zn DARI Ni DENGAN KROMATOGRAFI  PENUKAR ANION I. Tujuan      1. Memisahkan Zn dan Ni dengan menggunakan kromatografi penukar anion      2.mengidentifikasi kandungan Zn dn Ni dengan cara titrasi dengan EDTA  II. Landasan Teori          kromatografi penukar ion (IEC) adalah baagian dari ion yang merupakan teknik Analisis penting untuk pemisahan dan penentuan senyawa ionik, bersama dengan kromatografi partisi/ interaksi ion dan kromatografi ion di dasarkan pada intraksi ionik (atau elektrostatik) antara analit ionik dan polar, ion yang ada dalam eluen dan gugus fungsi ionik yang terikat pada pendukung kromatografi.  kromatografi ini merupakan salah satu teknik absorsi yang paling penting di gunakan dalam pemisahan peptida, protein, asam nukleat, dan biopolimer terkait yang bermuatan molekul dalam ukuraan dan sifat beda  (Wilian dan pardi. 2022).          metode k...